Rabu, 26 Mei 2010

Pengambilan Keputusan

Di dalam menghadapi masa sekarang ini, kita sering dibingungkan oleh pilihan-pilihan yang diperhadapkan kepada kita. Pertanyaan yang sering kita dengar, atau bahkan kita ajukan adalah: Apakah itu benar atau salah? Apakah sesuatu itu baik atau buruk? Tidak jarang pula perbedaan antara yang baik dan buruk dicampuradukkan dengan yang benar dan salah. (misalnya: mencuri itu salah, tapi bisa jadi dianggap baik kalau untuk menolong orang miskin; atau berbohong demi kebaikan).

Keputusan Moral

Sekurang-kurangnya ada dua ukuran moral yang berbeda, yaitu ukuran yang ada di dalam hati kita dan ukuran yang dipakai orang sewaktu mereka menilai diri kita. Hati nurani sebagai ukuran subyektif dan norma (hukum moral) sebagai ukuran obyektif adalah ukuran yang dipakai atas moralitas manusia. Dengan kata lain, hati nurani memberitahukan kepadaku mana yang benar; dan norma (peraturan dalam masyarakat: hukum) diberikan untuk menunjukkan kepada semua orang untuk menentukan mana yang benar itu. Hati nurani juga dapat keliru karena kita terbentuk di dalam masyarakat yang tidak sempurna, dan norma-norma juga dapat keliru atau kurang tepat dirumuskan karena terbentuk dari rumusan-rumusan hati nurani tadi.

Kita dapat melihat bahwa hubungan antara hati nurani dan norma moral terkait dengan erat. Hati nurani yang dimiliki masing-masing individu akan membentuk sebuah peraturan dan norma bersama. Norma yang terbentuk ini akan menjadi batasan-batasan dimana tindakan seseorang akan dinilai. Norma yang ada di dalam masyarakat juga akan membentuk hati nurani seseorang. Seseorang tidak bisa lepas dari komunitasnya. Komunitas akan membentuk kepribadian, termasuk hati nurani seseorang. Namun, hampir semua tokoh etika sepakat bahwa hati nurani harus berada di atas hukum moral apapun. Hati nurani, adalah milik individu, menjadi ujung tombak pembentukan sebuah ruang moralitas yang baik.

Utilitarianisme, Intuisionisme, dan Situasional

Paham utilitarianisme adalah paham yang berpendapat bahwa yang baik itu adalah yang berguna, menguntungkan, berfaedah, dan yang jahat atau buruk adalah yang tidak bermanfaat, tak berfaedah, merugikan. Secara umum, utilitarianisme menilai sebuah tindakan berdasarkan hasil yang dicapainya, apakah mereka membawa kebaikan bagi manusia atau tidak. Salah satu kekuatan utilitarianisme adalah bahwa mereka menggunakan sebuah prinsip dengan jelas dan rasional.

Intuisionisme adalah sistem etika lainnya yang tidak mengukur baik tidaknya sesuatu perbuatan berdasarkan hasilnya melainkan semata-mata berdasarkan maksud si pelaku dalam melaksanakan perbuatan tersebut. Sistem ini menyoroti wajib tidaknya perbuatan dan keputusan ini. Sistem lain tersebut adalah intuisionisme. Pandangan bahwa manusia memiliki sebuah kacakapan, yang biasa disebut hati nurani, untuk melihat secara langsung apa yang disebut benar atau salah, jahat atau baik secara moral. Pengetahuan intuitif ini adalah pengetahuan langsung tentang suatu hal tanpa melalui proses logika baik deduktif maupun induktif. Intuisionisme memang memiliki kebenaran. Namun, kemampuan semacam ini tergantung kepada usaha manusia itu sendiri. Bila manusia memang sudah tidak bisa melihat apa yang baik, maka intuisinya pun tidak akan berbicara lagi kepadanya.

Pendekatan yang ketiga ditawarkan oleh seorang tokoh etika, Joseph Fletcher, adalah pendekatan situasional. Bagi Fletcher tidak ada sistem yang benar-benar dapat digunakan bagi semua situasi. Menurut dia, semuanya tergantung kepada situasi yang dihadapi oleh pelaku. Pandangan ini memang lebih condong kepada paham intuisionisme, namun kadang-kadang juga bisa menjadi utilitarianisme.

Keputusan Dilemma

Pengertian dilema adalah sebuah situasi harus memilih antara dua alternatif yang sama-sama tidak menyenangkan. Berada di ujung tanduk dilema adalah yang menunjukkan betapa menyakitkan dapat posisi ini. Sebuah dilema moral bahkan lebih buruk, karena pilihan apapun yang dipilih, seseorang atau sesuatu akan menderita. Dalam dilema moral, anda harus memutuskan secara moral tindakan yang benar, bukan hanya yang anda inginkan.

Daftar Pustaka

Anonim. Apa Itu Moral Dilemma?. Blur.it.com

Pakpahan, binsar. Jenis keputusan moral. www.wordpres.com.

www.google.com/terjemahan/dilema_etis

www.wikipedia.com/moraldilema

1 komentar:

  1. Casino Review 2021 (with promo code) - DRMCD
    Casino Review 2021! 파주 출장샵 Read a comprehensive review of 남양주 출장안마 the Casino welcome 경주 출장안마 package, including bonus 안산 출장안마 codes, promotions, games, & live dealer 광주 출장샵 games!

    BalasHapus